Kabar tutorial

Showing posts with label islami. Show all posts
Showing posts with label islami. Show all posts

Tuesday, April 28, 2020

HIBURAN UNTUK ISTRI

HIBURAN UNTUK ISTRI

Assalamu,alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh..


Istri di rumah itu sudah begitu berat, apalagi menjadi seorang ibu rumah tangga dan mengurus anak-anak. 

Juga tambah lagi suami biasanya rewel. Di akhir pekan seperti ini, tentu saja istri butuh akan hiburan.

Kalau mau tahu bahwa memberikan hiburan itu penting, contohlah dan ambil suri tauladan dari Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam.

Coba lihat dari hadits muttafaqun 'alaih, 'Aisyah berkata,

"Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada suatu hari berada di pintu kamarku. 

Saat itu anak-anak Habasyah (dari Ethiopia) sedang bermain (perang-perangan) di masjid dan Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam menutup-nutupi dengan kain rida'nya ketika aku melihat bagaimana mereka bermain." (HR. Bukhari, no. 454; Muslim, no. 892, 17)

Lihat saja bagaimana sikap Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang sangat baik pada istrinya. Itu bukan maksud melarang Aisyah untuk menonton hiburan, namun itu adalah bentuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bermain dengan Aisyah, menghibur istrinya. 

Beliau masih memberikan kesempatan pada Aisyah untuk melihat permainan anak Habasyah yang sedang bermain perang di masjid.

Berarti terbukti kan kalau Nabi berusaha memberikan istrinya hiburan. 

Mumpung sekarang masuk weekend. Semoga ada hiburan untuk istri tercinta yang selalu repot di rumah. 

Faedah dari Syaikh Abdullah Al-Fauzan dalam Minhah Al-'Allam fi Syarh Bulugh Al-Marram jilid ke-2, hlm. 488-489. 

Tuesday, March 31, 2020

Malam Lailatul Qodar berada di tanggal ganjil

Malam Lailatul Qodar berada di tanggal ganjil

PERINGATAN SANGAT PENTING!!!

Assalamu'Alaikum W.r W.b

Lailatul Qadar bisa jadi datang pada malam-malam genap yang mana itu adalah malam ganjil jika dilihat dari malam yang tersisa.  Oleh karena itu, seharusnya engkau menghidupkan sepuluh malam seluruhnya dengan sempurna agar engkau dapat meraihnya seizin Allah ta’ala.

Nix 82 cell


Dahulu, Syaikhul Islam -semoga Allah meridhainya- pernah ditanya tentang Lailatul Qadar, saat beliau sedang ditahan di sebuah penjara di atas bukit pada tahun 706H, maka beliau menjawab:

Alhamdulillaah,  Lailatul Qadar terletak diantara 10 malam terakhir dari bulan Ramadhan . Demikianlah yang shahih dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: “Ia terletak pada 10 terakhir dari Ramadhan”.

Lailatul Qadar datang pada malam ganjilnya. Hanya saja, hitungan ganjilnya malam tersebut bisa jadi diambil berdasar;

(malam-malam) yang sudah lewat,  sehingga kau cari ia di malam 21, 23, 25, 27 dan 29.
Atau, bisa juga dilihat berdasarkan (malam-malam)  yang tersisa,  sebagaimana sabda Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam: “Pada malam kesembilan yang tersisa, pada malam ketujuh yang tersisa,  pada malam kelima yang tersisa, pada malam ketiga yang tersisa”.

Berdasarkan hal ini;

Seandainya bulan itu sejumlah 30 hari, berarti Lailatul Qadar ada diantara malam-malam genapnya:

Malam 22 adalah malam ke-9 dari yang tersisa.
Malam 24 adalah malam ke-7 dari yang tersisa. Dan demikian seterusnya.

Hal ini sebagaimana yang ditafsirkan oleh sahabat Abu Sa’id Al-Khudri dalam hadits yang shahih.
Demikianlah pula (amalan) yang ditegakkan oleh Nabi shallallaahu alaihi wa sallam di bulan Ramadhan.

Adapun seandainya bulan tersebut sejumlah 29 hari, maka penanggalan berdasar hari yang tersisa adalah sama dengan penanggalan berdasar hari yang telah lewat (sama dalam hal ganjil maupun genapnya, pent.).

 Jika demikian ini keadaannya, maka yang semestinya bagi seorang mukmin ialah mencari-carinya pada sepuluh hari terakhir seluruhnya, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam:

 “Carilah dia (lailatul qadar) pada sepuluh malam terakhir”….
Wallaahu ta’ala a’lam”.

 Majmu Fatawa jilid ke-25, Kitabush Shiyaam
Isro'mi'roj adalah bukti bahwa Allah berada di atas Arsy

Isro'mi'roj adalah bukti bahwa Allah berada di atas Arsy

PERISTIWA ISRO' MI'ROJ ADALAH BUKTI BAHWA ALLAH BERADA DI ATAS ARSY. BUKAN TIDAK BERTEMPAT, BUKAN PULA DI MANA-MANA
Disebutkan dalam hadits shahih, bahwa sebelum Isra' Mi'raj, dada Nabi Shallahu alaihi wa sallam di buka untuk dibersihkan hatinya dengan air zam-zam, dan ditambahkan padanya iman dan hikmah, lalu dada itu ditutup kembali.

Gambar hanya ilustrasi

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK ke langit dunia..
Kemudian Jibril membawa beliau naik lagi ke langit kedua.. 
Kemudian Jibril membawa beliau naik lagi ke langit ketiga..
Kemudian Jibril membawa beliau naik lagi ke langit keempat.. 
Kemudian Jibril membawa beliau naik lagi ke langit kelima..
Kemudian Jibril membawa beliau naik lagi ke langit keenam..
Kemudian Jibril membawa beliau naik lagi ke langit ketujuh..
Kemudian beliau naik ke atas lagi, sampai ke tempat yang tidak ada yang tahu kecuali Allah. Sehingga beliau sampai ke Sidrotul Muntaha, dan mendekat kepada Allah ta'ala untuk menerima wahyu wajibnya shalat lima waktu".
[HR. Bukhori 7517]
Lihatlah berapa kali disebutkan kata naik dalam riwayat ini? Bukankah naik itu harus ke atas? Adakah naik yang berarti ke bawah atau ke samping?
Dalam riwayat ini juga di sebutkan naik ke langit dunia. Bukankah langit dunia itu di atas kita? Adakah yang mengatakan bahwa langit dunia itu di bawah kita? Jika langit dunia di atas kita, apalagi langit yang di atasnya lagi.
Mengapa mudah menerima kenyataan bahwa langit-langit itu di atas kita, tapi sulit menerima bahwa Allah berada di atas, dan tidak ada lagi yang lebih tinggi dari Allah ta'ala?
Bukankah Allah sendiri telah menegaskannya dalam Alquran, bahkan tidak hanya dalam satu dua ayat, tapi dalam tujuh  ayat, bahwa Dia berada di atas Arsy.
[Lihat: Al-A'rof:54, Yunus:3, Ar-Ra'd:2, Thaha:5, Al-Furqan:59, As-Sajdah:4, Al-Hadid:4]
• Ketika Anda sujud dan meminta kepada Allah, kemanakah hati Anda mengarah? Bukankah ke atas? Ataukah hati Anda bingung tanpa arah? 
• Saat Anda berdoa dalam keadaan duduk atau berdiri, mengapa tangan Anda menengadah ke atas? 
• Mengapa saat Anda sangat berharap dikabulkan doanya, Anda tengadahkan wajah Anda ke langit?
Saudaraku.. Islam yang benar, akan selalu sesuai dengan akal, fitrah manusia, dan dalil syariat.. dan semuanya menunjukkan bahwa Allah berada di atas, berada di atas Arsy-Nya.

Sumber : Media terpercaya
MUNGKIN INILAH PENYEBABNYA VIRUS DI JAMAN SEKARANG

MUNGKIN INILAH PENYEBABNYA VIRUS DI JAMAN SEKARANG

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuhu.

Bismillahirohmanirokhiim
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,⁣
⁣⠀
لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوْا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيْهِمْ الطَّاعُوْنُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ قَدْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِيْنَ مَضَوْا…⁣
⁣⠀
”Tidaklah nampak perbuatan keji (zina) di suatu kaum, sehingga dilakukan secara terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka tha’un (wabah) dan penyakit-penyakit yang tidak pernah menjangkiti generasi sebelumnya.” [HR. Ibnu Majah, lihat ash-Shahihah no. 106]⁣
⁣⠀


Tersebarnya penyakit dalam hadits adalah tha’un yaitu penyakit bahaya dan bisa mematikan serta menular. Dalam kamus disebutkan makna tha’un:⁣
⁣⠀
مرض فيروسي معدٍ خطير مميت غالبًا⁣
⁣⠀
“Penyakit akibat virus (organisme) yang menular, berbahaya dan mematikan secara umum.” [lihat Kamus Al-Ma’any]⁣
⁣⠀
Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa penyakit ini muncul akibat maksiat, beliau berkata:⁣
⁣⠀
ففي هذه الأحاديث أن الطاعون قد يقع عقوبة بسبب المعصية⁣
⁣⠀
“Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa tha’un muncul sebagai hukuman akibat maksiat/fahisyah.” [Fathul Bari 10/193]⁣
⁣⠀
Dalam hadits disebutkan dengan lafadz “faahisyah”. Termasuk “faahisyah” ini adalah perbuatan homoseksual sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Nabi Luth

sumber : https://muslim.or.id

Sunday, March 29, 2020

SEBERAPA TINGGI ILMU YANG KAU KUASAI, HINGGA MERASA PANTAS UNTUK MERENDAHKAN SAUDARAMU

SEBERAPA TINGGI ILMU YANG KAU KUASAI, HINGGA MERASA PANTAS UNTUK MERENDAHKAN SAUDARAMU

Setelah shalat Subuh berjamaah, dan dilanjutkan membaca zikir-zikir pagi hari, para sahabat secara otomatis akan duduk melingkari Rasulullah untuk mendengarkan sapaan pagi Sang Rasul kepada mereka.

nix 82 cell


Pada majlis Subuh inilah kesempatan pertama Rasulullah kumpul bersama seluruh sahabatnya. Di sini Nabi berbincang dengan penuh keakraban. 

Beliau akan bertanya bagaimana para sahabatnya melalui satu hari kemarin? Adakah kiranya yang mau berbagi cerita? Maka Rasulullah akan dengan senang hati mendengarkan.

Atau Nabi akan bertanya tentang keadaan tidur para sahabat. Adakah kiranya yang bermimpi sesuatu, lalu Nabi akan memberi petunjuk tentang arti mimpi tersebut, jika memang hal itu merupakan jenis mimpi yang datang dari Allah. 

Nabi juga mengamati dengan cermat adakah pagi itu seorang sahabatnya yang tidak ikut shalat Subuh berjamaah? Maka ditanyakanlah tetangganya yang mengetahui kabarnya. Jika sahabat tersebut sakit, Nabi akan menjenguk pada hari itu. 

Majlis tersebut benar-benar indah. Bagaimana akhlak Rasulullah yang elok dan sejuk tampak benar di depan mata para sahabat setiap hari. Majlis tersebut penuh cinta, kekeluargaan, keceriaan, dan berlangsung dengan santun hingga matahari terbit. 

Selanjutnya, para sahabat akan berkumpul kembali di masjid setelah shalat Dhuha. Suasananya persis seperti majlis di pagi hari, hanya saja di sini Rasulullah mengajarkan berbagai macam aturan syariat. 

Majlis kedua ini dinamakan Majlis Dhuha. Jika ada ayat yang baru diterima, maka Rasulullah menerangkannya pada kesempatan tersebut. Jika ada hukum-hukum yang baru diperintahkan oleh Allah, pun diutarakan di sini. Intinya majlis tersebut adalah majlis ilmu. 

Dari kedua rutinitas di atas, perhatikanlah bahwa Rasulullah mengutamakan akhlak dan adab di pagi hari, sebelum Beliau menyampaikan ilmu di siang hari. Karena adab memang lebih dulu sebelum ilmu. 

Nabi tidak terburu-buru ingin memberi pendidikan kepada para sahabat sepagi mungkin, melainkan justru Beliau manfaatkan waktu pagi itu dengan akhlaknya yang terpuji untuk memberi kebahagiaan pada sahabatnya. Karena adab memang lebih dulu sebelum ilmu. 

Oleh karena itu sebagai umatnya kita harus mengikuti jejak keteladanan ini. Hiasi diri kita dengan akhlak yang terpuji. Ramah dan santun pada semua orang. Berbaik sangka dan saling memuliakan pada saudara sesama muslim. 
'"Link Join t.me/ceritacinta 
Tidak jarang seseorang yang semangat sekali mempelajari ilmu, tetapi lambat laun ia mulai memandang orang lain dengan pandangan merendahkan. 

Semakin lama senyumnya hilang kepada saudaranya hanya karena tidak berasal dari kelompoknya. Aduhai, seandainya ia mengutamakan adab dahulu sebelum ilmu tentu tidaklah demikian jadinya. 

بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ

“Cukuplah seseorang dalam keburukan jika dia merendahkan saudaranya sesama muslim.”

(Hadist Riwayat Muslim)

Tak peduli seberapa banyak ilmu yang kita hafal, apabila mata ini masih suka melempar pandangan meremehkan kepada orang lain, jangan-jangan kita termasuk golongan yang disebut buruk oleh Nabi. Na'uzubillah.

Tetapi jika setiap manusia kita hormati dengan akhlak yang sama, dan dipandang dengan keramahan yang sama, meski kita baru saja memulai di jalan penuntut ilmu, insya Allah kita sudah berada dalam keteladanan Rasulullah. 



Thursday, March 19, 2020

JADIKANLAH TAUHID YANG PERTAMA DAN UTAMA

JADIKANLAH TAUHID YANG PERTAMA DAN UTAMA


Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan ketika mengutus Mu’adz radhiyallahu ‘anhu ke Yaman:

إِنَّكَ سَتَأْتِيْ قَوْمًا أَهْلَ كِتَابٍ ، فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوْهُمْ إِلَىْهِ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلٰـهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ– وَفِيْ رِوَايَةٍ – : إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللهَ – فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْا لَكَ بِذٰلِكَ ، فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَـمْسَ صَلَوَاتٍ فِيْ كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْا لَكَ بِذٰلِكَ ، فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْا لَكَ بِذٰلِكَ ، فَإِيَّاكَ وَكَرَائِمَ أَمْوَالِهِمْ ، وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْـمَظْلُوْمِ ، فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ.

(متفق عليه)

Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum Ahli Kitab (Nasrani), maka hendaklah pertama kali yang engkau sampaikan kepada mereka ialah syahadat Laa ilaha illallah wa anna Muhammad Rasulullah -dalam riwayat lain disebutkan, ‘Sampai mereka mentauhidkan Allah’-.

Jika mereka telah menaatimu dalam hal itu, sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu sehari semalam.

Jika mereka telah menjalankan hal itu, sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka zakat yang diambil dari orang-orang kaya untuk diberikan kepada orang-orang fakir kalangan mereka.

Dan jika mereka telah menjalankan hal itu, hati-hatilah engkau dari harta terbaik mereka (jangan memaksa untuk mengambilnya sebagai zakat, _pent.). Demikian pula hendaknya engkau berhati-hati dari doa orang yang dizalimi karena sesungguhnya tidak ada penghalang (terkabulkannya doa) antara dia dan Allah. (Muttafaqun ‘alaih)

✍🏻 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan menjelaskan,

“Sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam ‘Maka hendaklah yang pertama kali kamu sampaikan kepada mereka ialah syahadat Laa ilaaha illallaah wa anna Muhammad Rasulullaah‘ memberi bimbingan tahapan dalam dakwah.

Hendaknya dakwah dimulai dengan yang paling penting kemudian yang berikutnya. Inilah metode para rasul, mereka memulai dakwahnya dengan mengajak pada syahadat Laa ilaaha illallaah karena hal ini merupakan pondasi yang agama ini berdiri di atasnya.

Ketika benar-benar terwujud syahadat ini, maka bagian lain dari agama ini akan terbangun di atasnya. Adapun jika tidak, maka tidak bermanfaat pula amalan yang lain.

Janganlah engkau hanya mengajak untuk mengerjakan shalat, zakat, sedekah, menyambung silaturrahmi, dan yang lainnya dalam kondisi mereka berbuat syirik kepada Allah karena engkau tidak membangun pondasinya di awal.

Demikian kebanyakan juru dakwah di masa ini. Kebanyakan mereka tidak mementingkan pembahasan tauhid. Mereka mengajak untuk meninggalkan riba, muamalah yang baik, berhukum kepada hukum Allah, dan yang lainnya. Akan tetapi, mereka meninggalkan masalah tauhid, tidak memperhatikannya. Seakan-akan masalah ini bukan perkara yang wajib. Laa haula wa la quwwata illaa billaah”.

♻ Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.
KISAH LELAKI YANG LUPA MEMBACA SHOLAWAT KEPADA RASULULLAH

KISAH LELAKI YANG LUPA MEMBACA SHOLAWAT KEPADA RASULULLAH


Hujjatul Islam Al-Imam Al-Ghazali meriwayatkan bahwa ada seorang lelaki yang lupa membaca sholawat kepada Rasulullah ﷺ

SHOLAWAT


Lalu pada suatu malam dia bermimpi melihat Rasulullah ﷺ tidak mau menoleh kepadanya, lalu dia bertanya:
"Ya Rasulullah, apakah engkau marah kepadaku?"

Rasulullah ﷺ menjawab:
"Tidak"

Beliau bertanya lagi:
"Lalu sebab apakah engkau tidak memandangku?"

Rasulullah ﷺ menjawab:
"Kerana aku tidak mengenalmu"

Lelaki itu bertanya lagi:
"Bagaimana tidak mengenaliku? Sedangkan aku salah satu dari ummatmu. Para Ulama' meriwayatkan bahwa sesungguhnya engkau lebih mengenali ummatmu berbanding seorang ibu mengenali anaknya."

Rasulullah ﷺ menjawab:
"Mereka benar. Tetapi engkau tidak pernah mengingatiku dengan bershlawat. Padahal kenalku dengan ummatku menurut kadar bacaan sholawat mereka kepadaku."

Terbangunlah lelaki itu dan mengharuskan dirinya untuk bersholawat kepada Rasulullah ﷺ setiap hari 100 kali.

Beliau selalu melakukan itu hingga melihat Rosulullah ﷺ lagi didalam mimpinya. Dalam mimpinya tersebut, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sekarang aku mengenalmu dan akan memberikan syafaat kepadamu."

Yakni karena orang tersebut telah menjadi orang yang cinta akan Rasulullah ﷺ dengan memperbanyakkan selawat keatas Baginda Rasulullah ﷺ

Maka barangsiapa yang ingin dikenali Rasulullah ﷺ hendaklah ia perbanyakkan bacaan sholawat.

Sunday, March 15, 2020

BEBERAPA SIKAP BERLEBIHAN TERHADAP KUBURAN

BEBERAPA SIKAP BERLEBIHAN TERHADAP KUBURAN

Jangan sampai kuburan dijadikan sebagai tempat ibadah dan jangan menerangi area kuburan karena akan timbul kesyirikan

           ●┈»̶•̵̌✽ஜ6⃣8⃣ஜ✽•̵̌«̶┈●

Dari Ibnu ‘Abbâs radhiyallâhu ‘anhumâ, beliau berkata,

(لَعَنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَائِرَاتِ الْقُبُورِ، وَالْمُتَّخِذِينَ عَلَيْهَا الْمَسَاجِدَ وَالسُّرُجَ). رَوَاهُ أهَلُ السُّنَنِ

📋 “Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam melaknat perempuan yang menziarahi kuburan serta orang-orang yang membangun masjid-masjid (tempat ibadah) dan meletakkan lampu di atas (masjid) itu.” 
(Diriwayatkan oleh Ahlus Sunan)

✏ Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam mendoakan dengan laknat yang bermakna pengusiran dan penjauhan dari rahmat Allah, terhadap para perempuan yang melakukan ziarah kubur; karena ziarah yang mereka lakukan akan menimbulkan kerusakan-kerusakan di antaranya berupa ratap tangis, ketidaksabaran dan terfitnahnya kaum laki-laki terhadap mereka. Beliau juga melaknat orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai tempat-tempat beribadah atau menerangi kuburan dengan lampu dan pelita, karena hal itu merupakan sikap ghulûw terhadap kuburan dan akan mendorong untuk berbuat kesyirikan terhadap orang yang dikubur padanya.

✏ Hadits ini menunjukkan keharaman sikap ghulûw terhadap kuburan, karena hal itu akan menjadikan kuburan sebagai berhala yang disembah.

📜 Faedah Hadits

➡1. Keharaman sikap ghulûw terhadap kuburan dengan menjadikannya sebagai tempat-tempat ibadah, karena hal itu akan mengantarkan kepada kesyirikan.
➡2. Keharaman menerangi kuburan, karena hal itu merupakan perantara yang mengantarkan kepada peribadahan kepadanya.
➡3. Bahwa sikap ghulûw terhadap kuburan termasuk dosa besar.
➡4. Bahwa alasan dilarangnya shalat di sisi kuburan adalah karena dikhawatirkan terjadinya kesyirikan padanya, bukan karena najisnya tempat tersebut, sebab Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam menggandengkan antara menjadikan kuburan sebagai masjid dengan meneranginya serta melaknat dua perkara tersebut. Padahal laknat atas perbuatan menerangi kuburan bukan karena tempatnya najis, maka demikian pula dengan shalat di sisi kuburan.

__
📗[Diringkas dari Kitab Penjelasan Ringkas Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih Al-Fauzan]
📁  dzulqarnain.net
Jika suka silahkan share postingan ini,, sebagai amal ibadah kita..

Thursday, March 12, 2020

Berkumpul Bersama Keluarga Di Surga

Berkumpul Bersama Keluarga Di Surga


Berkumpul Bersama Keluarga Di Surga

Berkumpul bersama keluarga adalah salah satu dari kenikmatan dunia. Siapa yang tidak bahagia dan gembira ketika berkumpul bersama keluarga. Momen bahagia yang tidak bisa digambarkan dan tidak bisa tergantikan dengan kawan atau pun sahabat.

nix82cell.blogspot.com


Perlu diketahui bahwa semua kenikmataan dan kebahagiaan yang diinginkan oleh manusia di dunia, akan ada di surga kelak.

Allah berfirman,

                                                                        جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِم

“(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama orang-orang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya.” (QS. Ar-Ra‘du: 23)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan maksud ayat ini bahwa Allah akan mengumpulkan seseorang bersama keluarganya, orang tua, istri dan anak-cucunya di surga. Ini adalah dalil satu keluarga bisa masuk surga bersama. Beliau berkata,

“Allah mengumpulkan mereka dengan orang-orang yang mereka cintai di dalam surga yaitu orang tua, istri dan anak keturunan mereka yang mukmin dan layak masuk surga. Sampai-sampai, Allah mengangkat derajat yang rendah menjadi tinggi tanpa mengurangi derajat keluarga yang tinggi (agar berkumpul di dalam surga yang sama derajatnya, pent).”

Kembalikan Iman Di Tahun Yang Baru

Kembalikan Iman Di Tahun Yang Baru




Sadarkah kita bahwa ketika tahun berganti itu artinya usia kita telah bertambah dan disaat itu semakin banyak hal yang akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT. Kita punya segunung amanat yang kita pikul di pundak kita. Amanat sebagai orang tua, amanat sebagai anak, amanat sebagai Ustadz, amanat sebagai pejabat, amanat sebagai orang kaya, dan masih banyak lagi status dan gelar yang kita sandang yang semua itu sebenarnya adalah amanat.

Nix 82 cell


Akhir tahun adalah saat saat yang seharusnya dihadapi dengan sebuah evaluasi, introspeksi dan sadar diri akan masa-masa yang telah lalu. Perubahan apa yang kita alami selama ini. Semakin baikkah kita atau semakin kita terpuruk dan lupa diri? Apakah kita semakin kenal  kepada Allah dan Rasul-Nya? Atau semakin terpedaya kita dengan hawa nafsu kita? Betapa banyak kita telah lewati umur untuk hal hal yang tidak berguna. Alangkah seringnya kita melanggar larangan Allah dan Rasul-Nya.




Sadarkah kita yang telah butakan mata hati dari yang haq, kita tulikan telinga kita dari kebenaran,  kita terpesona oleh tahta dan harta. Kita jerumuskan putra putri kita pada sarana sarana kehancuran dan kebobrokan moral dari media informasi dan hiburan yang tidak kita kontrol. Dan masih banyak hal lagi dengan aneka  ragam kesalahan yang kita  lakukan.

Jadikanlah tahun baru hijriyah adalah tahun introspeksi, tahun perubahan, tahun mengagungkan syi'ar Islam, tahun memupuk kebanggaan dan kekaguman pada Islam, tahun memperbaharui jalinan dan cinta kita kepada Rasulullah SAW dengan harapan kelak kita bisa dibangkitkan lalu dikumpulkan di surga bersama Rasulullah SAW.
(Buya Yahya)

Tuesday, February 25, 2020

Maslah polemik sunah atau bid'ahnya Qunut

Maslah polemik sunah atau bid'ahnya Qunut


Polemik Qunut Subuh

Syifa menjawil lengan suaminya, Radit, sebelum mengimaminya Sholat subuh. Mas pakai Qunut yah! Ini pesanan makmum loh, rajuk syifa. Radit hanya terkekeh kecil menanggapi permintaan sang istri. Ia memang tak pernah memakai qunut jika shalat sendiri. Baginya qunut adalah sunah yang membingungkan. Loh Kok? Iya, karena begitu banyak pendapat yang menyorotinya. Ada yang bilang sunah, hukumnya sudah massukh, tragisnya malah bid’ah.




Kendati begitu Radit tidak ingin memegan satu pendapat. Ia type orang yang ikut pesanan. Kalau imamnya atau makmumnya minta qunut, yah hayo saja. Maka sang istri memintanya melaksanakan qunut , iapun menurutinya. Semua pendapat benar, yang salah adalah orang yang tidak sholat subuh, tegas radit pada sfifa suatu ketika.

Dari zaman dahulu sampai sekarang polemik qunut memang tak ada habis habisnya. Buruknya hal itu kenjadi persoalan bagi setiap aliranuntuk membaur satu sama lain. Alhasil, setiap aliran tidak selalu dapat leluasaberada dalam majelis taklim aliran lain. Pada akhirnya mereka membuat majelis taklim sendiri –sendiri sambil terkadang menjelek – jelekan majelis taklimyang tidak sepaham denganya.

Ironi, padahal umat islam dikenal dengan persatuan dan persaudaraanya. Lantas apakah kita akan terus menerus terpecah hanya karena membaca qunut atau tidak membaca qunut subuh? Sebenarnya seperti apa kedudukan qunut dalam rangkaian pendapat ulama?
Abu hanifah berpendapat bahwa qunut hanya disunahkan dalam sholat witir yang dilakukan sebelum rukuk.

Sementara dalam sholat subuh,  ia tidak melihatnya sebagai sunah sehingga jika seorang makmum sholat subuh, dibelakang imam yang melakukan qunut, hendaknya ia diam saja dan tidak mengikuti atau mengamini imam. Meski begitu dalam hal ini Abu yusuf, salah seorang tikoh dari mazhab Hanafi, memiliki pendapat yang berbeda, Bila imam melakukan qunut, maka makmum mesti mengikutinya, karenaimam harus di ikuti.

Adapun golongan ulama yang mensyara’kan qunut dalam sholat subuhbmerujukanpendapatnya dengan hadist riwayat Annas r.a, bahwa Rosululloh Saw, telah berkunut selama sebulan, mendoakanatas pembunuhan sahabat –sahabatnyadi telaga Maunah, kemudianbeliau meninggalkanya. Adapun didalam sembahyang subuh, beliau berkunut sehingga wafat (Al-Baihaqi, al-Daruquthni, Ahmad dan Hakim)
Agaknya dalam pandangan ahli Hadist yang membebaskan lebih nyaman terdengar, ketimbang kita harus saling merasa benar bahkan sampai gontok-gontokan dengan majelis taklim lain.

Toh, para ulama mazhab sendiri memiliki kearifan yang luar biasa dalam menyikapi perbedaan pendapat. Suatuketika, Syafi’i mengimami sholat subuhdi mesjid disamping makam Abu Hanifah. Beliau Sholat tanpa membaca do’a qunut. seorang jamaah menanyakan soal ketidak konsistenan beliau terhadap pendapatnyayang mensunahkan qunut. Syafi’i menjawab, Masa aku melakukan sesuatu yang berlainan dari apa yang di ajarkanya (Abu Hanifah), padahal aku berada di sampingnya.

Tidak cukupkah peristiwa ini menjadi pelajaran kita dalam menyikapi polemik Qunut.
Sumber: Paras

Terimakasih sudah berkunjung di blog ini semoga Artikel ini bermanfaat.


Saturday, March 2, 2019

Benar, Sabar, Kasih Sayang

Benar, Sabar, Kasih Sayang

Benar, Sabar, Kasih Sayang
Nasihat itu nggak pernah jadi masalah, namanya nasihat itu pasti baik. Yang bermasalah itu seringkali yang memberi nasihat, dan caranya
Makanya banyak orang yang terhalang jadi Muslim, bukan karena Islamnya, tapi karena melihat orang Muslim, dan cara Muslim memperlakukannya.


Nah, dari situ kita mengetahui, nasihat itu hanya akan maksimal dicerna, bila orang yang menyampaikannya baik, dan cara menyampaikannya indah
Batu permata kalau dilempar ya tetap sakit. Batu kali bila dikemas cantik dan dihantar baik ya tetap berkesan. Sebab manusia bukan hanya logika tapi juga rasa
Yang susah, kalau orang yang menasihati sudah merasa pasti benar, padahal belum tentu. Ditambah lagi cara menyampaikannya kasar, tak pada tempatnya
Cara menasihatinya 'not public' - 'ora umum', upload foto dicoret matanya, dengan kata-kata bombastis, bahkan bawa-bawa istri dan anak, ditambah celaan
Perlu diingat baik-baik bagi diri kita, tujuan menasihati itu agar orang yang (mungkin) salah, kembali pada kebaikan, bukan konfrontasi dan agitasi, itu ajak berantem
Nasihat itu bukan membuktikan diri kita hebat dan orang lain kita jatuhkan, dibuat jadi tak berharga. Ada etikanya, ada adabnya, ada kasih sayang disitu
Makanya di dalam Al-Qur'an, nasihat itu ada temannya, yaitu kebenaran, kesabaran, dan kasih sayang. Pastikan kita menyayangi, bukan selain itu
Orang sayang, itu meski dia harus hancur, dia rela asal yang disayangi mau berubah baik. Bukan dia rela yang disayangi hancur asal dia sudah menasihati
Nabi bersabda, "Katakan yang benar, meski itu pahit". Sering disalah artikan, padahal maksudnya, meski itu pahit bagimu, bukan meski itu pahit baginya
Dan cobalah, hargai kebaikan meski kecil, hargai niat meski belum sempurna. Apalagi kebaikan itu ternyata besar dan banyak manfaatnya
Dan jangan-jangan, selama ini yang kita kira nasihat hanya tuduhan, hanya prasangka buruk. Sebab kita sudah ngamuk sebelum rembuk.



Sumber : #ustdfelixxiauw

Tuesday, January 15, 2019

Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum wafat

Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum wafat

Assalamualaikum..

Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum wafat.
Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi beliau sangat lemah.

Pada suatu hari Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kmdn, penuhlah Masjid dg para sahabat. Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendpt taushiyah dr Rasulullah SAW.



nix 82 cell


Beliau duduk dg lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yg tengah dilderitanpya.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Wahai sahabat2 ku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu2nya Tuhan yg layak di sembah?"

Semua sahabat menjawab dg suara bersemangat, " Benar wahai Rasulullah, Engkau telah sampaikan kpd kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu2nya Tuhan yg layak disembah."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
"Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kpd mereka."

Kemudian Rasulullah bersabda lagi, dan setiap apa yg Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.

Akhirnya sampailah kepada satu pertanyaan yg menjadikan para sahabat sedih dan terharu.

Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya, aku akan pergi menemui Allah. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dg manusia. Maka aku ingin bertanya kpd kalian semua. Adakah aku berhutang kpd kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tsb. Karena aku tidak mau bertemu dg Allah dlm keadaan berhutang dg manusia."

Ketika itu semua sahabat diam, dan dlm hati masing2 berkata "Mana ada Rasullullah SAW berhutang dg kita? Kamilah yg banyak berhutang kpd Rasulullah".

Rasulullah SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.

Tiba2 bangun seorang lelaki yg bernama UKASYAH, seorang sahabat mantan preman sblm masuk Islam, dia berkata:

"Ya Rasulullah! Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".

Rasulullah SAW berkata: "Sampaikanlah wahai Ukasyah".

Maka Ukasyah pun mulai bercerita:
"Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cambuk ke belakang kuda. Tetapi cambuk tsb tidak kena pada belakang kuda, tapi justru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri di
belakang kuda yg engkau tunggangi wahai Rasulullah".

Mendengar itu, Rasulullah SAW berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yg sama."

Dengan suara yg agak tinggi, Ukasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah."

Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian.

Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah pd Ukasyah. "Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. bukankah Baginda sedang sakit..!?"

Ukasyah tidak menghiraukan semua itu. Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cambuk di rumah anaknya Fatimah.

Bilal meminta cambuk itu dari Fatimah, kemudian Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?"

Bilal menjawab dg nada sedih: "Cambuk ini akan digunakan Ukasyah utk memukul Rasulullah"

Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata:
"Kenapa Ukasyah hendak pukul ayahku Rasulullah? Ayahku sdg sakit, kalau mau mukul, pukullah aku anaknya".

Bilal menjawab: "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".

Bilal membawa cambuk tsb ke Masjid lalu diberikan kpd Ukasyah.
Setelah mengambil cambuk, Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah.

Tiba2 Abu bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil
berkata: "Ykasyah..! kalau kamu hendak memukul, pukullah aku. Aku orang yg pertama beriman dg apa yg Rasulullah SAW sampaikan. Akulah sahabtnya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak memukul, maka pukullah aku".

Rasulullah SAW: "Duduklah wahai Abu Bakar. Ini urusan antara aku dg Ukasyah".

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah. Kemudian Umar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata:

"Ukasyah..! kalau engkau mau mukul, pukullah aku. Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu dulu. Sekarang tidak boleh ada seorangpun yg boleh menyakiti Rasulullah Muhammad. Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah, maka langkahi dulu mayatku..!."

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dg Ukasyah".

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah, tiba2 berdiri Ali bin Abu Talib sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW.

Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata: "Ukasyah, pukullah aku saja. Darah yg sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah".

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Ali, ini urusan antara aku dg Ukasyah" .

Ukasyah semakin dekat dg Rasulullah. Tiba2 tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW yaitu Hasan dan Husen.

Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon. "Wahai Paman, pukullah kami Paman. Kakek kami sedang sakit, pukullah kami saja wahai Paman. Sesungguhnya kami ini cucu kesayangan Rasulullah, dg memukul kami sesungguhnya itu sama dg menyakIiti kakek kami, wahai Paman."

Lalu Rasulullah SAW berkata: "Wahai cucu2 kesayanganku duduklah kalian. Ini urusan Kakek dg Paman Ukasyah".

Begitu sampai di tangga mimbar, dg lantang Ukasyah berkata:

"Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini."

Rasulullah SAW memang manusia terbaik. Kekasih Allah itu meminta bbrp sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi:

"Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah"

Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.
Tanpa berlama2 dlm keadaan lemah, Rasulullah membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yg sangat indah, sedang bbrp batu terikat di perut Rasulullah pertanda Rasulullah sedang menahan lapar.

Kemudian Rasulullah SAW berkata:
"Wahai Ukasyah, segeralah dan janganlah kamu berlebih2an. Nanti Allah akan murka padamu."

Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah SAW, cambuk di tangannya ia buang jauh2, kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya. Sambil menangis sejadi2nya,

Ukasyah berkata:
"Ya Rasulullah, ampuni aku, maafkan aku, mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku


melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dg tubuhmu.

Seumur hidupku aku bercita2 dapat memelukmu. Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka.

Dan sungguh aku takut dengan api neraka. Maafkan aku ya Rasulullah..."

Rasulullah SAW dg senyum berkata:
"Wahai sahabat2ku semua, kalau kalian ingin melihat ahli Surga, maka lihatlah Ukasyah..!"

Semua sahabat meneteskan air mata. Kemudian para sahabat
bergantian memeluk Rasulullah SAW.

Semoga dengan membaca ini bila ada air mata ini membuktikan kecintaan kita kepada kekasih Allah SWT....

Allahumma sholli 'alaa Muhammad.
Allahumma sholli 'alayhi wassalam ...
Semoga Allah Swt. Sll meridloi kita semua, Amin
.....
NB:
Yuk kita posting di medsos tentang keagungan Rosulullah...

⛔  jangan sampai kisah  ini kalah populer dibanding yg lain...

"الصلاة والسلام عليك يارسول الله....                      
[6:40 PM, 3/22/2017] +62 813-6880-0789: "Singa dari Timur [4]"

: Usaha Da'wah Masturah

*

Bismillah...

Di sebuah desa bernama Kasabpura (dekat New Delhi, India) hiduplah sepasang suami istri, Maulana ‘Abdus Subhan dan ahliyah-nya. Beliau adalah murid Maulana Ilyas di Nizamuddin. Istrinya seorang ‘alimah yang memiliki risau fikir terhadap kondisi muslimah di Mewat saat itu, beliau sedih melihat keadaan kaum wanita yang jauh dari agama dan berpikir bagaimana caranya agar wanita bisa ikut mengamalkan agama. Di rumah beliau, diadakan majelis ilmu untuk mengajarkan wanita akan pentingnya agama.

Suatu hari, Maulana Ilyas berkunjung ke rumah Maulana Abdus Subhan. Kesempatan itu Maulana Abdus Subhan gunakan untuk bertanya langsung kepada Maulana Ilyas tentang risau fikir ahliyahnya, “Mengapa Tuan tidak membentuk jamaah untuk wanita sebagaimana Tuan membentuk jamaah bagi kaum laki-laki?” Maulana Ilyas sempat terkejut mendengar persoalan ini, beliau tidak menyangka jika usaha dakwah ini mendapat perhatian dari kalangan wanita. Beliau memang merisaukan keadaan masyarakat Mewat (khususnya muslimah) yang tidak berbeda dengan cara hidup wanita Hindu saat itu, namun belum ada niat untuk melibatkan wanita dalam usaha dakwah tabligh.

Maulana Ilyas kembali ke markaz Nizamuddin dan mengadakan musyawarah dengan para elders, diantaranya Maulana Yusuf Kandahlawi, Maulana In’amul Hasan, dan Maulana Daud Al-Mewati (semua adalah khalifah Maulana Ilyas dalam 4 silsilah thariqat). Awalnya mereka sepakat untuk tidak mengadakan aktivitas bagi kaum wanita untuk menghindari fitnah. Kemudian Maulana Ilyas berkata, "Jika kaum wanita dibolehkan untuk menjenguk orang sakit, menghadiri undangan, ta'ziyah dan ziarah, mengapa mereka dilarang menghadiri majelis jamaah tabligh?"

Lalu Maulana Ilyas mengadakan pertemuan dengan Mufti besar di India pada saat itu, yaitu Mufti Kifayatullah Dehlawi untuk meminta pembenaran dan pengesahan terhadap usaha dakwah yang dilakukan oleh kaum wanita dengan menerangkan secara rinci kegiatan yang akan mereka lakukan sepanjang berada di jalan Allah. Awalnya Mufti Kifayatullah mempersoalkan tindakan itu dengan berkata, "Mengapa engkau keluarkan wanita dari rumah mereka sedangkan para Shahabiah mengurung diri mereka di rumah-rumah mereka?" Maulana Ilyas memberi dalil tentang kepentingan wanita untuk keluar di jalan Allah sebagaimana Shahabiah juga keluar ke medan jihad untuk membantu tentara Islam menyediakan makanan, minuman, obat-obatan, mengobati mujahid yang cedera, serta memberi minum kuda-kuda perang. Mufti Kifayatullah hanya diam.

Pada tahun 1940 M, Jamaah Masturah pertama dikeluarkan dan dihantar ke kampung Ghasera, sebuah desa di Mewat - Utara India. Sebelum berangkat, Maulana Ilyas memberi bayan hidayah kepada Jamaah Masturah dan Mufti Kifayatullah ikut hadir dalam majelis tersebut. Setelah bayan selesai, Mufti Kifayatullah Dehlawi berkata, "Jika maksud dan tujuan wanita khuruj untuk islah diri dan mengajak wanita lain juga sama-sama membina iman dan amal dalam rumah-rumah mereka dengan menjaga batas-batas syari'at (hijab) mereka sebagaimana yang kamu gariskan dalam bayan hidayah yang kamu sampaikan, maka aku setuju denganmu Ilyas..." Rombongan ini terdiri atas 7 pasang dan bertindak sebagai Amir Jamaah ialah Maulana Daud al-Mewati. Selama 10 hari jamaah ini gerak di kampung Ghasera, kaum laki-laki berdiam di masjid dan kaum wanita menetap di rumah Miyanji Musa al-Mewati. Jamaah masturah ini dikhidmat sepenuhnya oleh Miyanji Musa dan istrinya.

Inilah awal mula usaha dakwah masturah. Masyaikh katakan, jika kaum lelaki mengambil usaha dakwah maka Islam akan sampai ke pintu-pintu setiap rumah, namun jika wanita juga ikut dalam usaha dakwah maka Islam akan masuk ke setiap kamar, dapur, dan ruang-ruang di dalam rumah. Yang dikehendaki dalam usaha masturah adalah menghidupkan amalan-amalan agama di dalam rumah, sehingga rumah berfungsi seperti masjid. Dengan adanya amalan masjid di dalam rumah, maka rumah itu akan menjadi rumah taqwa yang dinaungi oleh para malaikat dan akan tampak bercahaya dilihat oleh penghuni langit.



Memang tidak ada wanita yang dipilih menjadi Nabi/Rasul, namun perannya dalam mendampingi seorang Nabi/Rasul sangat berpengaruh bagi penyebaran agama. Nabi Nuh As yang berdakwah selama 950 tahun hanya mampu membawa segelintir orang ke dalam perahunya, sedangkan Nabi Ibrahim As yang dikaruniai istri-istri sholehah melahirkan generasi yang juga terpilih menjadi Nabi dan Rasul yang memiliki pengikut yang sangat banyak hingga akhir zaman. Asbab wanita sholehah sebagai partner kerja usaha dakwah, perjuangan kaum lelaki dalam mengamalkan dan mendakwahkan agama akan semakin mudah. InsyaAllah.

*

NB:

Tahun 1934M, Maulana Ilyas mulai memberikan perhatian khusus kepada wanita muslimah, diantaranya tentang cara berpakaian. Beliau mulai menyusun satu program khusus bagi wanita. Lokasi pertama yang dipilih sebagai medan percobaan program ini adalah di kampung Panchayat, Nuh. Ada 15 perkara yang telah digariskan oleh beliau, yaitu:

1. Memperkokoh kalimah (tauhid)
2. Menjaga solat
3. Mempelajari ilmu agama
4. Berpakaian sesuai syariat Islam
5. Hidup dengan tatacara Islam
6. Tidak bercampur baur dengan lelaki
7. Mengadakan majelis pernikahan dengan cara Islam
8. Tidak menerima kepercayaan dari agama lain
9. Menjaga batasan aurat
10. Bertanggungjawab dalam setiap program agama
11. Tidak memberikan pendidikan sekular kepada anak-anak sebelum memberikan pendidikan agama
12. Berazam kuat untuk menyebarkan agama
13. Memelihara kemuliaan sebagai seorang wanita
14. Sanggup bersusah payah (berkorban) untuk agama
15. Berjanji untuk mempertahankan muru'ah (kehormatan) wanita dan menghormati satu sama lain.

Inilah usul pertama dalam merangka program khusus bagi muslimah di Mewat. Mereka akan berkumpul di sebuah rumah, lalu membacakan hadith-hadith Nabi Saw. Kemudian ada lelaki yang berpengalaman dakwah datang ke rumah tersebut (tempat berkumpulnya wanita-wanita muslimah ini) untuk memberikan syarahan/bayan yang dipisahkan dengan tabir/hijab.

*

Alfaqirah ila Rabbiha
Khaleeda