Kabar tutorial

Tuesday, March 31, 2020

Isro'mi'roj adalah bukti bahwa Allah berada di atas Arsy

Isro'mi'roj adalah bukti bahwa Allah berada di atas Arsy

PERISTIWA ISRO' MI'ROJ ADALAH BUKTI BAHWA ALLAH BERADA DI ATAS ARSY. BUKAN TIDAK BERTEMPAT, BUKAN PULA DI MANA-MANA
Disebutkan dalam hadits shahih, bahwa sebelum Isra' Mi'raj, dada Nabi Shallahu alaihi wa sallam di buka untuk dibersihkan hatinya dengan air zam-zam, dan ditambahkan padanya iman dan hikmah, lalu dada itu ditutup kembali.

Gambar hanya ilustrasi

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK ke langit dunia..
Kemudian Jibril membawa beliau naik lagi ke langit kedua.. 
Kemudian Jibril membawa beliau naik lagi ke langit ketiga..
Kemudian Jibril membawa beliau naik lagi ke langit keempat.. 
Kemudian Jibril membawa beliau naik lagi ke langit kelima..
Kemudian Jibril membawa beliau naik lagi ke langit keenam..
Kemudian Jibril membawa beliau naik lagi ke langit ketujuh..
Kemudian beliau naik ke atas lagi, sampai ke tempat yang tidak ada yang tahu kecuali Allah. Sehingga beliau sampai ke Sidrotul Muntaha, dan mendekat kepada Allah ta'ala untuk menerima wahyu wajibnya shalat lima waktu".
[HR. Bukhori 7517]
Lihatlah berapa kali disebutkan kata naik dalam riwayat ini? Bukankah naik itu harus ke atas? Adakah naik yang berarti ke bawah atau ke samping?
Dalam riwayat ini juga di sebutkan naik ke langit dunia. Bukankah langit dunia itu di atas kita? Adakah yang mengatakan bahwa langit dunia itu di bawah kita? Jika langit dunia di atas kita, apalagi langit yang di atasnya lagi.
Mengapa mudah menerima kenyataan bahwa langit-langit itu di atas kita, tapi sulit menerima bahwa Allah berada di atas, dan tidak ada lagi yang lebih tinggi dari Allah ta'ala?
Bukankah Allah sendiri telah menegaskannya dalam Alquran, bahkan tidak hanya dalam satu dua ayat, tapi dalam tujuh  ayat, bahwa Dia berada di atas Arsy.
[Lihat: Al-A'rof:54, Yunus:3, Ar-Ra'd:2, Thaha:5, Al-Furqan:59, As-Sajdah:4, Al-Hadid:4]
• Ketika Anda sujud dan meminta kepada Allah, kemanakah hati Anda mengarah? Bukankah ke atas? Ataukah hati Anda bingung tanpa arah? 
• Saat Anda berdoa dalam keadaan duduk atau berdiri, mengapa tangan Anda menengadah ke atas? 
• Mengapa saat Anda sangat berharap dikabulkan doanya, Anda tengadahkan wajah Anda ke langit?
Saudaraku.. Islam yang benar, akan selalu sesuai dengan akal, fitrah manusia, dan dalil syariat.. dan semuanya menunjukkan bahwa Allah berada di atas, berada di atas Arsy-Nya.

Sumber : Media terpercaya
MUNGKIN INILAH PENYEBABNYA VIRUS DI JAMAN SEKARANG

MUNGKIN INILAH PENYEBABNYA VIRUS DI JAMAN SEKARANG

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuhu.

Bismillahirohmanirokhiim
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,⁣
⁣⠀
لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوْا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيْهِمْ الطَّاعُوْنُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ قَدْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِيْنَ مَضَوْا…⁣
⁣⠀
”Tidaklah nampak perbuatan keji (zina) di suatu kaum, sehingga dilakukan secara terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka tha’un (wabah) dan penyakit-penyakit yang tidak pernah menjangkiti generasi sebelumnya.” [HR. Ibnu Majah, lihat ash-Shahihah no. 106]⁣
⁣⠀


Tersebarnya penyakit dalam hadits adalah tha’un yaitu penyakit bahaya dan bisa mematikan serta menular. Dalam kamus disebutkan makna tha’un:⁣
⁣⠀
مرض فيروسي معدٍ خطير مميت غالبًا⁣
⁣⠀
“Penyakit akibat virus (organisme) yang menular, berbahaya dan mematikan secara umum.” [lihat Kamus Al-Ma’any]⁣
⁣⠀
Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa penyakit ini muncul akibat maksiat, beliau berkata:⁣
⁣⠀
ففي هذه الأحاديث أن الطاعون قد يقع عقوبة بسبب المعصية⁣
⁣⠀
“Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa tha’un muncul sebagai hukuman akibat maksiat/fahisyah.” [Fathul Bari 10/193]⁣
⁣⠀
Dalam hadits disebutkan dengan lafadz “faahisyah”. Termasuk “faahisyah” ini adalah perbuatan homoseksual sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Nabi Luth

sumber : https://muslim.or.id

Sunday, March 29, 2020

SEBERAPA TINGGI ILMU YANG KAU KUASAI, HINGGA MERASA PANTAS UNTUK MERENDAHKAN SAUDARAMU

SEBERAPA TINGGI ILMU YANG KAU KUASAI, HINGGA MERASA PANTAS UNTUK MERENDAHKAN SAUDARAMU

Setelah shalat Subuh berjamaah, dan dilanjutkan membaca zikir-zikir pagi hari, para sahabat secara otomatis akan duduk melingkari Rasulullah untuk mendengarkan sapaan pagi Sang Rasul kepada mereka.

nix 82 cell


Pada majlis Subuh inilah kesempatan pertama Rasulullah kumpul bersama seluruh sahabatnya. Di sini Nabi berbincang dengan penuh keakraban. 

Beliau akan bertanya bagaimana para sahabatnya melalui satu hari kemarin? Adakah kiranya yang mau berbagi cerita? Maka Rasulullah akan dengan senang hati mendengarkan.

Atau Nabi akan bertanya tentang keadaan tidur para sahabat. Adakah kiranya yang bermimpi sesuatu, lalu Nabi akan memberi petunjuk tentang arti mimpi tersebut, jika memang hal itu merupakan jenis mimpi yang datang dari Allah. 

Nabi juga mengamati dengan cermat adakah pagi itu seorang sahabatnya yang tidak ikut shalat Subuh berjamaah? Maka ditanyakanlah tetangganya yang mengetahui kabarnya. Jika sahabat tersebut sakit, Nabi akan menjenguk pada hari itu. 

Majlis tersebut benar-benar indah. Bagaimana akhlak Rasulullah yang elok dan sejuk tampak benar di depan mata para sahabat setiap hari. Majlis tersebut penuh cinta, kekeluargaan, keceriaan, dan berlangsung dengan santun hingga matahari terbit. 

Selanjutnya, para sahabat akan berkumpul kembali di masjid setelah shalat Dhuha. Suasananya persis seperti majlis di pagi hari, hanya saja di sini Rasulullah mengajarkan berbagai macam aturan syariat. 

Majlis kedua ini dinamakan Majlis Dhuha. Jika ada ayat yang baru diterima, maka Rasulullah menerangkannya pada kesempatan tersebut. Jika ada hukum-hukum yang baru diperintahkan oleh Allah, pun diutarakan di sini. Intinya majlis tersebut adalah majlis ilmu. 

Dari kedua rutinitas di atas, perhatikanlah bahwa Rasulullah mengutamakan akhlak dan adab di pagi hari, sebelum Beliau menyampaikan ilmu di siang hari. Karena adab memang lebih dulu sebelum ilmu. 

Nabi tidak terburu-buru ingin memberi pendidikan kepada para sahabat sepagi mungkin, melainkan justru Beliau manfaatkan waktu pagi itu dengan akhlaknya yang terpuji untuk memberi kebahagiaan pada sahabatnya. Karena adab memang lebih dulu sebelum ilmu. 

Oleh karena itu sebagai umatnya kita harus mengikuti jejak keteladanan ini. Hiasi diri kita dengan akhlak yang terpuji. Ramah dan santun pada semua orang. Berbaik sangka dan saling memuliakan pada saudara sesama muslim. 
'"Link Join t.me/ceritacinta 
Tidak jarang seseorang yang semangat sekali mempelajari ilmu, tetapi lambat laun ia mulai memandang orang lain dengan pandangan merendahkan. 

Semakin lama senyumnya hilang kepada saudaranya hanya karena tidak berasal dari kelompoknya. Aduhai, seandainya ia mengutamakan adab dahulu sebelum ilmu tentu tidaklah demikian jadinya. 

بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ

“Cukuplah seseorang dalam keburukan jika dia merendahkan saudaranya sesama muslim.”

(Hadist Riwayat Muslim)

Tak peduli seberapa banyak ilmu yang kita hafal, apabila mata ini masih suka melempar pandangan meremehkan kepada orang lain, jangan-jangan kita termasuk golongan yang disebut buruk oleh Nabi. Na'uzubillah.

Tetapi jika setiap manusia kita hormati dengan akhlak yang sama, dan dipandang dengan keramahan yang sama, meski kita baru saja memulai di jalan penuntut ilmu, insya Allah kita sudah berada dalam keteladanan Rasulullah. 



Friday, March 27, 2020

Cara bypass akun google pada xiaomi 6a menggunakan quiqshortcard

Cara bypass akun google pada xiaomi 6a menggunakan quiqshortcard

Bismillah, assalamu, alaikum, apa kabar nih sobat nix semoga baik baik saja ya, pada artikel kali ini kita akan membahas tentang cata BYPASS akun GOOGLE di xiaomi 6a tanpa menggunakan pc.


nix82cell


Dan apa saja yang di perlukan untuk membuka atau membobol akun google yang tersangkut pada xiaomi ini.
ok silahklan sobat download bahan 2nya di bawah ini,..,.



Nah untuk lebih jelasnya silahkan tonton video di bawah ini sampai habis jangan sampai di skip, karena prosesnya sanyat panjang tetapi mudah di mengerti, untuk Quicksortcart nya nanti silahkan tonton videonya juga ya, karena didownload dari HH yang mau di bypass tadi






ok silahkan mencoba dan semoga berhasil ya sobat,,,,,,

Trimakasih sudah menonton video ini semoga bermanfaat ya byyy ..Assalamu,alaikum.

Wednesday, March 25, 2020

JIKA ADA ORANG MENGAKU NU TAPI BERMESRAAN DENGAN SYIAH MAKA DIA BUKAN NU

JIKA ADA ORANG MENGAKU NU TAPI BERMESRAAN DENGAN SYIAH MAKA DIA BUKAN NU

Fatwa Pendiri Nahdhatul Ulama Tentang Syi’ah
Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari
(1292-1366 H., 1875-1947 M.) 



المقالة الأولى:
فصل في بيان تمسك أهل جاوى بمذهب أهل السنة والجماعة، وبيان ابتداء ظهور البدع وانتشارها في أرض جاوى، وبيان أنواع المبتدعين في هذا الزمان.
قد كان مسلموا الأقطار الجاوية في الأزمان السالفة الخالية متفقي الآراء والمذهب ومتحدي المأخذ والمشرب، فكلهم في الفقه على المذهب النفيس مذهب الإمام محمد بن إدريس، وفي أصول الدين على مذهب الإمام أبي الحسن الأشعري، وفي التصوف على مذهب الإمام الغزالي والإمام أبي الحسن الشاذلي رضي الله عنهم أجمعين.
ثم إنه حدث في عام الف وثلاثمائة وثلاثين أحزاب متنوعة وآراء متدافعة وأقوال متضاربة، ورجال متجاذبة، فمنهم سلفيون قائمون على ما عليه أسلافهم من التمذهب بالمذهب المعين والتمسك بالكتب المعتبرة المتداولة، ومحبة أهل البيت والأولياء والصالحين، والتبرك بهم أحياء وأمواتا، وزيارة القبور وتلقين الميت والصدقة عنه واعتقاد الشفاعة ونفع الدعاء والتوسل وغير ذلك…
ومنهم رافضيون يسبون سيدنا أبا بكر وعمر رضي الله عنهما ويكرهون الصحابة رضي الله عنهم، ويبالغون هوى سيدنا علي وأهل بيته رضوان الله عليهم أجميعن، قال السيد محمد في شرح القاموس: وبعضهم يرتقي إلى الكفر والزندقة أعاذنا الله والمسلمين منها. قال القاضي عياض في الشفا: عن عبد الله بن مغفل قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (الله الله في أصحابي لا تتخذوهم غرضا بعدى فمن أحبهم فبحبي أحبهم ومن أبغضهم فببغضي أبغضهم ومن آذاهم فقد آذانى ومن آذانى فقد آذى الله ومن آذى الله يوشك أن يأخذه) وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم (لا تسبوا أصحابي فمن سبهم فعليه لعنة الله والملائكة والناس أجمعين لا يقبل الله منه صرفا ولا عدلا) وقال صلى الله عليه وسلم (لا تسبوا أصحابي فإنه يجئ قوم في آخر الزمان يسبون أصحابي فلا تصلوا عليهم ولا تصلوا معهم ولا تناكحوهم ولا تجالسوهم وإن مرضوا فلا تعودوهم) وعنه صلى الله عليه وسلم (من سب أصحابي فاضربوه) وقد أعلم النبي صلى الله عليه وسلم أن سبهم وآذاهم يؤذيه وأذى النبي صلى الله عليه وسلم حرام فقال (لا تؤذوني في أصحابي ومن آذاهم فقد آذانى) وقال (لا تؤذوني في عائشة) وقال في فاطمة (بضعة منى يؤذيني ما آذاها). اهـ (الشيخ محمد هاشم أشعري، رسالة أهل السنة والجماعة، ص 9-10).

Maqolah 1:

Pasal untuk menjelaskan penduduk Jawi berpegang kepada madzhab Ahlusunnah wal Jama’ah, dan awal kemunculan bid’ah dan meluasnya di Jawa, serta macam-macam ahli bid’ah di zaman ini.

Umat islam yang mendiami wilayah Jawa sejak zaman dahulu telah bersepakat dan menyatu dalam pandangan keagamaannya. Di bidang fikih, mereka berpegang kepada mazhab Imam Syafi’i, di bidang ushuluddin berpegang kepada mazhab Abu Al-Hasan Al-Asy’ari, dan di bidang tasawuf berpegang kepada mazhab Abu Hamid Al-Ghazali dan Abu Al-Hasan Al-Syadzili, semoga Allah meridhoi mereka semua. Kemudian pada tahun 1330 H., muncul kelompok, pandangan, ucapan dan tokoh-tokoh yang saling berseberangan dan beraneka ragam.

Di antara mereka adalah kaum salaf yang memegang teguh tradisi para tokoh pendahulu mereka dengan bermazhab dengan satu mazhab dan kitab-kitab mu’tabar, kecintaan terhadap Ahlul Bait Nabi, para wali dan orang-orang salih, selain itu juga tabarruk dengan mereka baik ketika masih hidup atau setelah wafat, ziarah kubur, men-talqin mayit, bersedekah untuk mayit, meyakini syafaat, manfaat doa dan tawassul, serta lain sebagainya.

Di antara mereka juga ada golongan Rofidhoh yang suka mencaci Sayyidina Abu Bakr dan ‘Umar RA., membenci para sahabat Nabi dan berlebihan dalam mencintai Sayyidina ‘Ali dan anggota keluarganya, semoga Allah meridhoi mereka semua.

Berkata Sayyid Muhammad dalam Syarah Qamus, sebagian mereka bahkan sampai pada tingkatan kafir dan zindiq, semoga Allah melindungi kita dan umat Islam dari aliran ini.

Berkata Al-Qadhi ‘Iyadh dalam kitab As-Syifa bi Ta’rif Huquq Al-Musthafa, dari Abdillah ibn Mughafal, Rasulullah SAW bersabda:

Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah mengenai sahabat-sahabatku. Janganlah kamu menjadikan mereka sebagai sasaran caci-maki sesudah aku tiada. Barangsiapa mencintai mereka, maka semata-mata karena mencintaiku. Dan barang siapa membenci mereka, maka berarti semata-mata karena membenciku. 
Dan barangsiapa menyakiti mereka berarti dia telah menyakiti aku, dan barangsiapa menyakiti aku berarti dia telah menyakiti Allah. Dan barangsiapa telah menyakiti Allah dikhawatirkan Allah akan menghukumnya. (HR al-Tirmidzi dalam Sunan al-Tirmidzi Juz V/hal. 696 hadits no. 3762).
Rasulullah SAW bersabda,

Janganlah kamu mencela para sahabatku, Maka siapa yang mencela mereka, atasnya laknat dari Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Allah Ta’ala tidak akan menerima amal darinya pada hari kiamat, baik yang wajib maupun yang sunnah. (HR. Abu Nu’aim, Al-Thabrani dan Al-Hakim)
Rasulullah SAW bersabda,

Janganlah kamu mencaci para sahabatku, sebab di akhir zaman nanti akan datang suatu kaum yang mencela para sahabatku, maka jangan kamu menyolati atas mereka dan shalat bersama mereka, jangan kamu menikahkan mereka dan jangan duduk-duduk bersama mereka, jika sakit jangan kamu jenguk mereka.

Nabi SAW telah kabarkan bahwa mencela dan menyakiti mereka adalah juga menyakiti Nabi, sedangkan menyakiti Nabi haram hukumnya. Rasul SAW bersabda:

Jangan kamu sakiti aku dalam perkara sahabatku, dan siapa yang menyakiti mereka berarti menyakiti aku.
Beliau bersabda,

Jangan kamu menyakiti aku dengan cara menyakiti Fatimah. Sebab Fatimah adalah darah dagingku, apa saja yang menyakitinya berarti telah menyakiti aku. (Risalat Ahli Sunnah wal Jama’ah, h. 9-10)
المقالة الثانية:
وليس مذهب في هذه الأزمنة المتأخرة بهذه الصفة إلا المذاهب الأربعة، اللهم إلا مذهب الإمامية والزيدية وهم أهل البدعة لا يجوز الاعتماد على أقاويلهم. اهـ (الشيخ محمد هاشم أشعري، رسالة في تأكد الأخذ بمذاهب الأئمة الأربعة، ص 29).
Maqolah 2:

Bukanlah yang disebut mazhab pada masa-masa sekarang ini dengan sifat yang demikian itu kecuali Mazahib Arba’ah (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’I dan Imam Ahmad).
Selain dari pada itu, seperti mazhab Syiah Imamiyah dan Syiah Zaidiyah, mereka adalah ahul bid’ah yang tidak boleh berpegang kepada pandangan-pandangan mereka. (Risalah fi Ta’akkud Al-Akhdzi bi Al-Madzahib Al-Arba’ah, h. 29)
المقالة الثالثة:
أما أهل السنة فهم أهل التفسير والحديث والفقه، فإنهم المهتدون المتمسكون بسنة النبي صلى الله عليه وسلم والخلفاء بعده الراشدين، وهم الطائفة الناجية، قالوا وقد اجتمعت اليوم في مذاهب أربعة الحنفيون والشافعيون والمالكيون والحنبليون، ومن كان خارجا عن هذه الأربعة في هذا الزمان فهو من المبتدعة. اهـ اهـ (الشيخ محمد هاشم أشعري، زيادة تعليقات، ص 24-25).
Maqolah 3:

Adapun Ahlusunnah mereka adalah para Ahli Tafsir, Hadits dan Fiqih. Sungguh merekalah yang mendapat petunjuk dan berpegang teguh dengan sunnah Nabi Muhammad SAW dan para khalifah yang rasyid setelah beliau. Mereka adalah ‘kelompok yang selamat’ (thaifah najiyah).
Para ulama berkata, pada saat ini kelompok yang selamat itu terhimpun dalam mazhab yang empat; Hanafi, Maliki, Syafi’I dan Hanbali. Maka siapa saja yang keluar atau di luar empat mazhab itu adalah ahlul bid’ah di masa ini. (Ziyadat Ta’liqat, h. 24-25)
المقالة الرابعة 
وَاصْدَعْ بِمَاتُؤْمَرُ لِتَنْقَمِعَ الْبِدَعُ عَنْ اَهْلِ اْلمَدَرِوَالْحَجَرِ. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم “اِذَاظَهَرَتِ الْفِتَنُ اَوِالْبِدَعُ وسُبَّ اَصْحَابِيْ فَلْيُظْهِرِالْعَالِمُ عِلْمَهُ فَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلاَئِكَةِ وَالنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ 
Sampaikan secara terang-terangan apa yang diperintahkan Allah kepadamu, agar bid’ah-bid’ah terberantas dari semua orang.
Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila fitnah-fitnah dan bid’ah-bid’ah muncul dan sahabat-sahabatku di caci maki, maka hendaklah orang-orang alim menampilkan ilmunya. Barang siapa tidak berbuat begitu, maka dia akan terkena laknat Allah, laknat Malaikat dan semua orang.” (Muqadimah Qanun Asasi Nahdlatul Ulama)

Sinyal hilang xiaomi redmi 2 prime ekor (2014813)setelah di flash

Sinyal hilang xiaomi redmi 2 prime ekor (2014813)setelah di flash

Assalamualaikum pernahkah sobat nix mengalami SINYAL HILANG di ponsel sobat?
ya ...mungkin diantara sobat semua ada yg mengalaminya, sinyal hilang setelah di flash atau di upgrade ke MIUI 8-9 dan tiba tiba sinyalnya hilang.





Ok kali ini saya akan berbagi sedikit pengalaman dan masalah pada ponsel, Xiaomi redmi 2 prime yang distributor ataupun garansi tam, tetapi lebih banyak dialami pada HH xiaomi garansi distributor yg mengalami hilang sinyal.

seperti kasus servisan saya kali ini, kronologi setelah di flash sinyal tiba tiba ga adas atau silang, cara untuk mengatasi ini sangat mudah ya sobat asal mau belajar.


ok langsung saja ikuti tutorialnya ya.....


Untuk langkah awal download dulu bahan - bahanya di bawah ini.

Qualqom USB Driver                               Download 
Minimal ADB Fastboot                             Download 
Modem Xiaomi redmi 2 prime                  Download 

Jika semuanya sudah di download silahkan extract file nya dan dan taruh di tempat yang mudah di cari, selanjutnya Instal Minimal ADB fastbootnya.
Dan File modemnya yang sudah di download tadi di copy taruh di 

C:\Program Files (x86)\Minimal ADB and Fastboot.

Jika sudah di copy selanjutnya matikan HH xiaomi redmi 2 agan, dan masuk ke mode Fastboot, dengan cara menekan tombol POWER + VOLUME BAWAH, untuk nanti melakukan proses instalasi modemnya.

Pertama buka CMD.exenya di folder minimal ADB fastboot tadi, lalu ketikan fastboot spasi devices untuk mengetahui driver kita sudah siap, seperti gambar di bawah.




Kemudian ketikan lagi fastboot flash modem NON-HLOS.bin lihat gambar di bawah ini



Nah sampai situ proses sudah selesai kemudian dilanjut dengan mengetik fastboot reboot untuk proses booting ke awal HH xiaomi redmi 2 primenya.


Untuk lebih jelasnya tonton videonya di bawah ini



Nah selesai dan lihat hasilnya, kalau sudah melalui proses dan melakukan flashnya dengan benar pasti sukses, gampang kan.
Ok mungkin itu saja semoga artikel ini bermanfaat dan selamat mencoba, trimakasih sudah membaca artikel ini salam sukses selalu.






Thursday, March 19, 2020

JADIKANLAH TAUHID YANG PERTAMA DAN UTAMA

JADIKANLAH TAUHID YANG PERTAMA DAN UTAMA


Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan ketika mengutus Mu’adz radhiyallahu ‘anhu ke Yaman:

إِنَّكَ سَتَأْتِيْ قَوْمًا أَهْلَ كِتَابٍ ، فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوْهُمْ إِلَىْهِ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلٰـهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ– وَفِيْ رِوَايَةٍ – : إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللهَ – فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْا لَكَ بِذٰلِكَ ، فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَـمْسَ صَلَوَاتٍ فِيْ كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْا لَكَ بِذٰلِكَ ، فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْا لَكَ بِذٰلِكَ ، فَإِيَّاكَ وَكَرَائِمَ أَمْوَالِهِمْ ، وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْـمَظْلُوْمِ ، فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ.

(متفق عليه)

Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum Ahli Kitab (Nasrani), maka hendaklah pertama kali yang engkau sampaikan kepada mereka ialah syahadat Laa ilaha illallah wa anna Muhammad Rasulullah -dalam riwayat lain disebutkan, ‘Sampai mereka mentauhidkan Allah’-.

Jika mereka telah menaatimu dalam hal itu, sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu sehari semalam.

Jika mereka telah menjalankan hal itu, sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka zakat yang diambil dari orang-orang kaya untuk diberikan kepada orang-orang fakir kalangan mereka.

Dan jika mereka telah menjalankan hal itu, hati-hatilah engkau dari harta terbaik mereka (jangan memaksa untuk mengambilnya sebagai zakat, _pent.). Demikian pula hendaknya engkau berhati-hati dari doa orang yang dizalimi karena sesungguhnya tidak ada penghalang (terkabulkannya doa) antara dia dan Allah. (Muttafaqun ‘alaih)

✍🏻 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan menjelaskan,

“Sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam ‘Maka hendaklah yang pertama kali kamu sampaikan kepada mereka ialah syahadat Laa ilaaha illallaah wa anna Muhammad Rasulullaah‘ memberi bimbingan tahapan dalam dakwah.

Hendaknya dakwah dimulai dengan yang paling penting kemudian yang berikutnya. Inilah metode para rasul, mereka memulai dakwahnya dengan mengajak pada syahadat Laa ilaaha illallaah karena hal ini merupakan pondasi yang agama ini berdiri di atasnya.

Ketika benar-benar terwujud syahadat ini, maka bagian lain dari agama ini akan terbangun di atasnya. Adapun jika tidak, maka tidak bermanfaat pula amalan yang lain.

Janganlah engkau hanya mengajak untuk mengerjakan shalat, zakat, sedekah, menyambung silaturrahmi, dan yang lainnya dalam kondisi mereka berbuat syirik kepada Allah karena engkau tidak membangun pondasinya di awal.

Demikian kebanyakan juru dakwah di masa ini. Kebanyakan mereka tidak mementingkan pembahasan tauhid. Mereka mengajak untuk meninggalkan riba, muamalah yang baik, berhukum kepada hukum Allah, dan yang lainnya. Akan tetapi, mereka meninggalkan masalah tauhid, tidak memperhatikannya. Seakan-akan masalah ini bukan perkara yang wajib. Laa haula wa la quwwata illaa billaah”.

♻ Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.
KISAH LELAKI YANG LUPA MEMBACA SHOLAWAT KEPADA RASULULLAH

KISAH LELAKI YANG LUPA MEMBACA SHOLAWAT KEPADA RASULULLAH


Hujjatul Islam Al-Imam Al-Ghazali meriwayatkan bahwa ada seorang lelaki yang lupa membaca sholawat kepada Rasulullah ﷺ

SHOLAWAT


Lalu pada suatu malam dia bermimpi melihat Rasulullah ﷺ tidak mau menoleh kepadanya, lalu dia bertanya:
"Ya Rasulullah, apakah engkau marah kepadaku?"

Rasulullah ﷺ menjawab:
"Tidak"

Beliau bertanya lagi:
"Lalu sebab apakah engkau tidak memandangku?"

Rasulullah ﷺ menjawab:
"Kerana aku tidak mengenalmu"

Lelaki itu bertanya lagi:
"Bagaimana tidak mengenaliku? Sedangkan aku salah satu dari ummatmu. Para Ulama' meriwayatkan bahwa sesungguhnya engkau lebih mengenali ummatmu berbanding seorang ibu mengenali anaknya."

Rasulullah ﷺ menjawab:
"Mereka benar. Tetapi engkau tidak pernah mengingatiku dengan bershlawat. Padahal kenalku dengan ummatku menurut kadar bacaan sholawat mereka kepadaku."

Terbangunlah lelaki itu dan mengharuskan dirinya untuk bersholawat kepada Rasulullah ﷺ setiap hari 100 kali.

Beliau selalu melakukan itu hingga melihat Rosulullah ﷺ lagi didalam mimpinya. Dalam mimpinya tersebut, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sekarang aku mengenalmu dan akan memberikan syafaat kepadamu."

Yakni karena orang tersebut telah menjadi orang yang cinta akan Rasulullah ﷺ dengan memperbanyakkan selawat keatas Baginda Rasulullah ﷺ

Maka barangsiapa yang ingin dikenali Rasulullah ﷺ hendaklah ia perbanyakkan bacaan sholawat.

Sunday, March 15, 2020

Unik dan viral Lesung berirama di adat JALAWASTU acara NGASA desa ketanggungan

Unik dan viral Lesung berirama di adat JALAWASTU acara NGASA desa ketanggungan

Jalawastu adalah salah satu adat tradisi yang ada di daerah ketanggungan brebes jawa tengah, jalawastu ini yang di lakukan oleh masyarakat setempat, Ngasa nama pelaksanaan adat ini yang berada di pedesaan kabudayan.

Ingin tau lebih banyak proses jalawastu ini simak videonya sampai habis ya silahkan tonton videonya di bawah ini.





Trimakasih sudah berkunjung di blog ini semoga bisa menghibur dan jangan lupakan kebudayaan di daerah kita , jangan sampai tergerus oleh budaya modern.
Semoga bermanfaat
BEBERAPA SIKAP BERLEBIHAN TERHADAP KUBURAN

BEBERAPA SIKAP BERLEBIHAN TERHADAP KUBURAN

Jangan sampai kuburan dijadikan sebagai tempat ibadah dan jangan menerangi area kuburan karena akan timbul kesyirikan

           ●┈»̶•̵̌✽ஜ6⃣8⃣ஜ✽•̵̌«̶┈●

Dari Ibnu ‘Abbâs radhiyallâhu ‘anhumâ, beliau berkata,

(لَعَنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَائِرَاتِ الْقُبُورِ، وَالْمُتَّخِذِينَ عَلَيْهَا الْمَسَاجِدَ وَالسُّرُجَ). رَوَاهُ أهَلُ السُّنَنِ

📋 “Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam melaknat perempuan yang menziarahi kuburan serta orang-orang yang membangun masjid-masjid (tempat ibadah) dan meletakkan lampu di atas (masjid) itu.” 
(Diriwayatkan oleh Ahlus Sunan)

✏ Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam mendoakan dengan laknat yang bermakna pengusiran dan penjauhan dari rahmat Allah, terhadap para perempuan yang melakukan ziarah kubur; karena ziarah yang mereka lakukan akan menimbulkan kerusakan-kerusakan di antaranya berupa ratap tangis, ketidaksabaran dan terfitnahnya kaum laki-laki terhadap mereka. Beliau juga melaknat orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai tempat-tempat beribadah atau menerangi kuburan dengan lampu dan pelita, karena hal itu merupakan sikap ghulûw terhadap kuburan dan akan mendorong untuk berbuat kesyirikan terhadap orang yang dikubur padanya.

✏ Hadits ini menunjukkan keharaman sikap ghulûw terhadap kuburan, karena hal itu akan menjadikan kuburan sebagai berhala yang disembah.

📜 Faedah Hadits

➡1. Keharaman sikap ghulûw terhadap kuburan dengan menjadikannya sebagai tempat-tempat ibadah, karena hal itu akan mengantarkan kepada kesyirikan.
➡2. Keharaman menerangi kuburan, karena hal itu merupakan perantara yang mengantarkan kepada peribadahan kepadanya.
➡3. Bahwa sikap ghulûw terhadap kuburan termasuk dosa besar.
➡4. Bahwa alasan dilarangnya shalat di sisi kuburan adalah karena dikhawatirkan terjadinya kesyirikan padanya, bukan karena najisnya tempat tersebut, sebab Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam menggandengkan antara menjadikan kuburan sebagai masjid dengan meneranginya serta melaknat dua perkara tersebut. Padahal laknat atas perbuatan menerangi kuburan bukan karena tempatnya najis, maka demikian pula dengan shalat di sisi kuburan.

__
📗[Diringkas dari Kitab Penjelasan Ringkas Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih Al-Fauzan]
📁  dzulqarnain.net
Jika suka silahkan share postingan ini,, sebagai amal ibadah kita..